Tuhan..aku ingin menangis (part 3)
“Assalamu'alaikum…”, sapa Zhafira sambil tersenyum pada teman-temannya suatu pagi.
“Wa'alaikumsalam...”, jawab mereka hampir bersamaan.
“Mbak, aku pingin cerita”, ujar seorang gadis padanya. “Tapi dimana yah. Disana aja yang sepi”, lanjutnya kemudian. Lantas ditariknya tangan Zhafira ke sebuah ruangan.
“Orang yang aku sukai menikah...”, ucap sang gadis bersamaan dengan tangisnya yang pecah. Zhafira diam. Digenggamnya tangan sang gadis, seolah ingin memberi kekuatan padanya. “Kenapa hatiku yang sakit..?!”, batinnya. Sekarang dia tahu mengapa sahabatnya dulu menangis untuknya. Sama seperti saat ini, Zhafira pun merasakannya Didengarkannya kata-kata gadis di sampingnya itu.
Tak banyak yang dapat dia lakukan untuk menenangkan hati sang gadis. Hanya kisah-kisah yang didalamnya ada banyak sekali hikmah yang bisa dia ceritakan. Allah Maha Adil pada semua makhluknya. Zhafira ingat kata seorang teman, bahwa Allah tidak memberikan apa yang kita minta, tapi apa yang kita butuhkan. Ketika kita berdoa untuk diberi kekuatan, Allah tidaklah memberi wujud ‘kekuatan’ itu pada kita. Melainkan dengan musibah, yang dengannya kita menjadi kuat.
“Satu yang tidak boleh dilupa..HIKMAH. Dia tidak akan datang dengan sendirinya tanpa kita cari atau sadari”, ucap Zhafira. “Ada sebuah kisah masa Rasulullah dulu. Suatu ketika, Ummu Salamah ditinggal mati oleh suaminya (Abu Salamah) dalam suatu peperangan. Dia ingat sabda Rasulullah bahwa ketika engkau ditimpa musibah ucapkanlah Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiún dan berdoa,”Ya Allah..berikanlah aku pahala atas musibah ini dan gantikanlah dengan yang lebih baik”. Kemudian dilaksanakannya sabda Rasul tersebut, meskipun dia ragu siapa orang yang lebih baik dari Abu Salamah. Karena dia termasuk golongan orang yang pertama masuk Islam. Tak berapa lama, terjawablah doa Ummu Salamah. Rasulullah datang padanya dan meminangnya untuk dijadikan salah satu dari Ummahatul Mukminin. Bukankah ganti yang diberikanNya lebih baik..?!!!”, ujar Zhafira tersenyum.
“Berusahalah tersenyum sobat. Bukan orang lain yang dapat membuat kita berubah, tapi diri kita sendiri. Jangan terlalu lama larut dalam sedihmu. Aku masih ingat syair lagu yang kau lantunkan untuk menghiburku saat ‘dia’ pergi dariku. Ternyata tanpamu..langit masih biru. Ternyata tanpamu..bungapun tak layu. Ternyata dunia..tak berhenti berputar.......Dan kita pun tertawa bersama kala itu”
“Wa'alaikumsalam...”, jawab mereka hampir bersamaan.
“Mbak, aku pingin cerita”, ujar seorang gadis padanya. “Tapi dimana yah. Disana aja yang sepi”, lanjutnya kemudian. Lantas ditariknya tangan Zhafira ke sebuah ruangan.
“Orang yang aku sukai menikah...”, ucap sang gadis bersamaan dengan tangisnya yang pecah. Zhafira diam. Digenggamnya tangan sang gadis, seolah ingin memberi kekuatan padanya. “Kenapa hatiku yang sakit..?!”, batinnya. Sekarang dia tahu mengapa sahabatnya dulu menangis untuknya. Sama seperti saat ini, Zhafira pun merasakannya Didengarkannya kata-kata gadis di sampingnya itu.
Tak banyak yang dapat dia lakukan untuk menenangkan hati sang gadis. Hanya kisah-kisah yang didalamnya ada banyak sekali hikmah yang bisa dia ceritakan. Allah Maha Adil pada semua makhluknya. Zhafira ingat kata seorang teman, bahwa Allah tidak memberikan apa yang kita minta, tapi apa yang kita butuhkan. Ketika kita berdoa untuk diberi kekuatan, Allah tidaklah memberi wujud ‘kekuatan’ itu pada kita. Melainkan dengan musibah, yang dengannya kita menjadi kuat.
“Satu yang tidak boleh dilupa..HIKMAH. Dia tidak akan datang dengan sendirinya tanpa kita cari atau sadari”, ucap Zhafira. “Ada sebuah kisah masa Rasulullah dulu. Suatu ketika, Ummu Salamah ditinggal mati oleh suaminya (Abu Salamah) dalam suatu peperangan. Dia ingat sabda Rasulullah bahwa ketika engkau ditimpa musibah ucapkanlah Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiún dan berdoa,”Ya Allah..berikanlah aku pahala atas musibah ini dan gantikanlah dengan yang lebih baik”. Kemudian dilaksanakannya sabda Rasul tersebut, meskipun dia ragu siapa orang yang lebih baik dari Abu Salamah. Karena dia termasuk golongan orang yang pertama masuk Islam. Tak berapa lama, terjawablah doa Ummu Salamah. Rasulullah datang padanya dan meminangnya untuk dijadikan salah satu dari Ummahatul Mukminin. Bukankah ganti yang diberikanNya lebih baik..?!!!”, ujar Zhafira tersenyum.
“Berusahalah tersenyum sobat. Bukan orang lain yang dapat membuat kita berubah, tapi diri kita sendiri. Jangan terlalu lama larut dalam sedihmu. Aku masih ingat syair lagu yang kau lantunkan untuk menghiburku saat ‘dia’ pergi dariku. Ternyata tanpamu..langit masih biru. Ternyata tanpamu..bungapun tak layu. Ternyata dunia..tak berhenti berputar.......Dan kita pun tertawa bersama kala itu”


<< Home