memory 1st april at night......
"Pukul 22.55 WIB", batinku sambil melihat ke HP. Capek juga setelah 7 jam di perjalanan. Mata ini pun rasanya sudah sangat lengket. Hanya sekilas sorot lampu mobil dan motor yang sesekali menemani.
"Hah...motor!!". Gubrak....Langsung saja kubanting stir kekanan."Kenapa ngga berhenti-berhenti....", teriakku dalam hati. Baru saja kutersadar bahwa yang kuinjak tadi bukanlah pedal rem, tapi gas. Srrrt...Begitu mobil terhenti, langsung saja aku keluar dan mencari orang yang baru saja kutabrak. Aku begitu panik ketika kudapati motornya nyaris hancur.
"Pak..pak..sadar pak...", teriakku dengan suara gemetar. "Hmmm..", sahut sang bapak setengah sadar. Sedikit lega aku mendengarnya. Beberapa orang berhamburan memberi pertolongan dan berusaha menenangkanku yang masih panik. Dengan dibantu mereka, kami segera menuju ke rumah sakit.
...............to be continued
"Hah...motor!!". Gubrak....Langsung saja kubanting stir kekanan."Kenapa ngga berhenti-berhenti....", teriakku dalam hati. Baru saja kutersadar bahwa yang kuinjak tadi bukanlah pedal rem, tapi gas. Srrrt...Begitu mobil terhenti, langsung saja aku keluar dan mencari orang yang baru saja kutabrak. Aku begitu panik ketika kudapati motornya nyaris hancur.
"Pak..pak..sadar pak...", teriakku dengan suara gemetar. "Hmmm..", sahut sang bapak setengah sadar. Sedikit lega aku mendengarnya. Beberapa orang berhamburan memberi pertolongan dan berusaha menenangkanku yang masih panik. Dengan dibantu mereka, kami segera menuju ke rumah sakit.
...............to be continued


<< Home