Matahari atau Lilin...?!
Seminggu yang lalu, kantorku heboh sama sebuah artikel di salah satu majalah Islami. Artikel itu bertajuk "Polygami" hehe...Tertarik juga aku meng'upload'nya :) Met baca yach...
***
Polygami sesuatu yang dibolehkan dalam Islam. Dengan berbagai ketentuan dan syarat yang perlu dipenuhi. Islam memiliki hikmash tersendiri dalam berbagai ajarannya.
Memang tak mudah bagi wanita untuk menerima kenyataan dimadu. Yang sebenarnya juga tidak mudak bagi lelaki untuk bisa mempunyai istri lebih dari satu.
Kedua belah pihak mesti ada kemampuan untuk menghadapi kenyataan ini. Jika tidak...masalah tentu akan timbul. Semuanya kembali pada diri masing-masing. Sebelum melangkah dalam hal apapun dalam kehidupan ini, pertimbangan matang perlu dibuat agar memberikan hasil akhir baik.
***Puisi sang suami hendak berpolygami***
Istriku, jika engkau bumi, akulah matahari
Aku akan menyinarimu karena engkau mengharapkan sinaran dariku
Ingatlah bahtera yang kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
Aku pasti akan tetap menyinari bumi, hingga terkadang bumi terasa akan silauanku
Lantas aku ingat satu hal bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, masih ada planet lain yang juga mengharapkan sinaranku
LAlu...relakanlah aku menyinari planet lain, menyampaikan faedah adanya aku
karena suatu takdir Illahi sinaranku diperlukan planet lain..
***Balasan puisi sang istri***
Suamiku, andai kau memang mentari, sang surya yang memberi cahaya..
aku merelakan engkau berikan sinaranmu kepada segala planet yang telah Tuhan ciptakan karena mereka juga seperti aku perlukan cahayamu dan akupun juga tidak akan merasa kekurangan dengan sinaranmu..
AKAN TETAPIII...bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt sahaja,
janganlah bermimpi untuk menyinari planet lain
Karena bilik tidur kita yang kecil pun belum sanggup kau terangi
Lihatlah dirimu pada cermin kaca sudut kamar kita,
ditengah remang-remang pancaran cahayamu yang telah aku mengerti..
Coba lihat siapa dirimu..Matahari atau Lilin?
(Mutiara Amaly Vo. 24)
***
hm...ada hal yang bisa kita petik dari artikel singkat diatas. Segala sesuatu yang ingin kita ungkapkan, adalah tergantung bagaimana cara kita menyampaikannya. Katanya seh, laki-laki itu menggunakan sembilan akal dan satu perasaannya untuk menghadapi sesuatu. Berbeda dengan perempuan, yang menggunakan sembilan perasaannya dan hanya satu akal dalam menghadapi sesuatu.
So, buat para suami dan calon suami, "what u want to be? sun or candle?". Buat para istri dan calon istri, "mana yang akan engkau pilih untuk menerangi hidupmu? mentari ataukah lilin?". Jawablah dalam hati saja, teman..:) oh ya, sewaktu salah satu orang yang kukenal dan sudah menikah ditanya seperti begitu, begini jawabnya, "aku ingin diterangi oleh matahari, tapi aku tidak ingin matahari itu menyinari planet lain" hehe...
***
Polygami sesuatu yang dibolehkan dalam Islam. Dengan berbagai ketentuan dan syarat yang perlu dipenuhi. Islam memiliki hikmash tersendiri dalam berbagai ajarannya.
Memang tak mudah bagi wanita untuk menerima kenyataan dimadu. Yang sebenarnya juga tidak mudak bagi lelaki untuk bisa mempunyai istri lebih dari satu.
Kedua belah pihak mesti ada kemampuan untuk menghadapi kenyataan ini. Jika tidak...masalah tentu akan timbul. Semuanya kembali pada diri masing-masing. Sebelum melangkah dalam hal apapun dalam kehidupan ini, pertimbangan matang perlu dibuat agar memberikan hasil akhir baik.
***Puisi sang suami hendak berpolygami***
Istriku, jika engkau bumi, akulah matahari
Aku akan menyinarimu karena engkau mengharapkan sinaran dariku
Ingatlah bahtera yang kita kayuh, begitu penuh riak gelombang
Aku pasti akan tetap menyinari bumi, hingga terkadang bumi terasa akan silauanku
Lantas aku ingat satu hal bahwa Tuhan mencipta bukan hanya bumi, masih ada planet lain yang juga mengharapkan sinaranku
LAlu...relakanlah aku menyinari planet lain, menyampaikan faedah adanya aku
karena suatu takdir Illahi sinaranku diperlukan planet lain..
***Balasan puisi sang istri***
Suamiku, andai kau memang mentari, sang surya yang memberi cahaya..
aku merelakan engkau berikan sinaranmu kepada segala planet yang telah Tuhan ciptakan karena mereka juga seperti aku perlukan cahayamu dan akupun juga tidak akan merasa kekurangan dengan sinaranmu..
AKAN TETAPIII...bila kau hanya sejengkal lilin yang berkekuatan 5 watt sahaja,
janganlah bermimpi untuk menyinari planet lain
Karena bilik tidur kita yang kecil pun belum sanggup kau terangi
Lihatlah dirimu pada cermin kaca sudut kamar kita,
ditengah remang-remang pancaran cahayamu yang telah aku mengerti..
Coba lihat siapa dirimu..Matahari atau Lilin?
(Mutiara Amaly Vo. 24)
***
hm...ada hal yang bisa kita petik dari artikel singkat diatas. Segala sesuatu yang ingin kita ungkapkan, adalah tergantung bagaimana cara kita menyampaikannya. Katanya seh, laki-laki itu menggunakan sembilan akal dan satu perasaannya untuk menghadapi sesuatu. Berbeda dengan perempuan, yang menggunakan sembilan perasaannya dan hanya satu akal dalam menghadapi sesuatu.
So, buat para suami dan calon suami, "what u want to be? sun or candle?". Buat para istri dan calon istri, "mana yang akan engkau pilih untuk menerangi hidupmu? mentari ataukah lilin?". Jawablah dalam hati saja, teman..:) oh ya, sewaktu salah satu orang yang kukenal dan sudah menikah ditanya seperti begitu, begini jawabnya, "aku ingin diterangi oleh matahari, tapi aku tidak ingin matahari itu menyinari planet lain" hehe...


<< Home